Diskominfo Samarinda Gencarkan Kampanye “Samarinda BEBAS Plastik”

SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda resmi meluncurkan kampanye sosial bertajuk “Samarinda BEBAS Plastik” pada Senin, 3 November 2025. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah kota dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, sekaligus mendukung visi besar “Terwujudnya Samarinda sebagai Kota Pusat Peradaban” yang berkelanjutan.

Sampah plastik telah menjadi salah satu masalah lingkungan paling serius di Samarinda. Data internal pemerintah kota menunjukkan peningkatan signifikan volume sampah plastik rumah tangga dan komersial dalam lima tahun terakhir. Kondisi ini tidak hanya membebani sistem pengelolaan sampah, tetapi juga mengancam kualitas lingkungan hidup, terutama sungai Mahakam yang menjadi ikon kota.

Diskominfo, sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam bidang komunikasi publik, mengambil peran penting untuk mengedukasi masyarakat. Kampanye ini dirancang agar tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku warga.

Kampanye “Samarinda BEBAS Plastik” difokuskan pada tiga pilar utama yang saling melengkapi. Pertama, edukasi publik dilakukan melalui penyebaran informasi di berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial resmi pemerintah kota, siaran radio lokal, serta videotron di titik-titik strategis, agar pesan kampanye mudah diakses masyarakat luas. Kedua, kolaborasi dengan pelaku usaha menjadi bagian penting dengan mengajak UMKM dan ritel untuk menyediakan alternatif kemasan ramah lingkungan serta mendorong penggunaan tas belanja pakai ulang. Ketiga, amplifikasi pesan dilakukan dengan memanfaatkan seluruh saluran komunikasi yang tersedia sehingga pesan kampanye dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari sekolah, komunitas, hingga organisasi masyarakat sipil, guna memastikan gerakan ini benar-benar berdampak nyata bagi perubahan perilaku warga.

Kepala Diskominfo Kota Samarinda, Dr. H. Aji Syarif Hidayatullah, S.Sos., M.Psi., menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam kampanye ini.

“Visi kami adalah Samarinda sebagai Kota Pusat Peradaban. Sebuah peradaban yang unggul harus selaras dengan kelestarian lingkungannya. Melalui kampanye ‘Samarinda BEBAS Plastik’, kami tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga mengajak seluruh warga untuk bertindak. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk mewariskan kota yang bersih dan sehat,” ujarnya.

Selain Diskominfo, kampanye “Samarinda BEBAS Plastik” turut melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, serta komunitas lokal, sehingga gerakan ini memiliki dukungan lintas sektor yang kuat. Program bersama yang dijalankan mencakup penyelenggaraan workshop kreatif daur ulang plastik di sekolah-sekolah untuk menanamkan kesadaran sejak dini, pemberian insentif bagi pelaku usaha yang konsisten menggunakan kemasan ramah lingkungan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan perubahan, serta pemasangan papan informasi di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan agar pesan kampanye dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif.

Kampanye ini diharapkan dapat menurunkan penggunaan plastik sekali pakai secara signifikan dalam kurun waktu dua tahun. Lebih jauh, gerakan ini menjadi bagian dari strategi Smart City Samarinda, yang menekankan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Masyarakat dapat mengakses informasi lebih lanjut melalui situs resmi diskominfo.samarindakota.go.id dan akun Instagram @diskominfo.samarinda. (Reza/KMF)

 

(Blog ini dan segala konten di dalamnya bersifat ilustratif sebagai syarat mata kuliah Teknik Public Relations) 

Komentar